Monday, 22 April 2019

Puisi (Boleh Aku Memanggilmu Sekali Lagi)


Boleh aku memanggil mu sekali lagi ?

Oleh Ade L

Teringat saat memanggil nama indah mu merupakan sebuah kebiasaan rutin di pagi hari, mengirim pesan singkat saat mentari terbit dan menikmati senyuman semanis gula itu. Rasanya memang sakit sekali ketika aku masih harus menulis semua tentang mu, hal ini sudah tentu membuat hatiku semakin terluka. Seolah segala kenangan indah muncul dengan hebatnya di fikiran ku, seolah semua rindu datang tanpa permisi, seolah semua rasa pergi tanpa pamit. Kau takkan pernah tau betapa sakit nya menanggung beban risau ini sendiri.

Tak rindu kah kau saat kita menoton pentas seni berdua? Rasanya jauh lebih indah jika aku menatap mu saat malam itu, tersenyum kecil melihat keseriusan mu dalam menonton karena tugas . Kasih, suasana-suasana hening dan sederhana itulah yang seolah muncul dan muncul saja dalam hari-hari ini. Aku memilih menyerah melupakan mu karena itu terlalu sulit untuk ku lalui.

Aku masih ingin bertemu dengan mu, namun tidak sekarang karena ku tau luka-luka ini masih sangat lebam. Aku tak siap jika harus menatap mu dalam sebuah pertemuan tidak disengaja itu. Aku tak siap jika harus memilih tak menyapa, padahal hati ini masih sangat peduli. Seolah tak mengenali mu, sungguh aku adalah pembohong besar.

Kepedulian ku masih sama, namun aku tak memperlihatkan nya
rasa rindu ini masih sama, namun aku memilih bersikap dingin.
Mata ini masih ingin menatap, namun aku memilih menduduk dan menangis.
Dan apapun tentang mu saat ini adalah hal terberat yang harus dengar. 

Mataram 22 Aprl 2019


No comments:

Post a Comment

Puisi (Terhadap Hal Yang Belum Bisa di Paksakan)

Terhadap hal yang belum bisa di paksakan Oleh : Ade Lestari Terhadap hal yang belum bisa di paksakan Aku mengerti akan hal yang terjad...