Wednesday, 25 September 2019

Puisi (Masih)


MASIH...
Maaf telah mengganggu mu sampai sejauh ini
Maaf telah membiarkan mu terluka karena segala sikap ini
Maaf jika pernah mencintai mu
Maaf jika selalu merindukan mu
Terima kasih telah menjadi sosok pengingat  perasaan
Sosok pengisi hampa, dan pelumpuh segala sesak
Terima kasih telah sedia bersua
Sebagai seorang yang berbeda dari lainnya
Sudah, jangan pergi. Karena setiap kedipan mata dan hembusan nafas. Kau masih ku cintai
Tari 25-09-2019

Saturday, 27 July 2019

Puisi (Luka Saja Terus)


Luka saja terus
Oleh : Ade Lestari

Aku pernah merasakan sakit sesakitnya tanpa ada harapan untuk bangkit
Aku pernah merasakan rindu serindunya yang kalimat singkat ku saja dibuang tanpa peduli
Namun Aku tak menyesal atas segala patah yang pernah ada, atas ego yang merobek habis hati ini.
Pernah kau peduli atas air mata yang jatuh di atas senyum tipis ? pernah?
Kau datang dengan mudah dan pergi tanpa pamit
Luka yang masih harus di sembuhkan, namun kau pukul hingga lebam dan bahkan hancur yang akhirnya kau tinggalkan saja dengan hebatnya. 
Maka ku mohon pergilah untuk detik ini jangan berlabuh dan menawarkan rindu lagi. sungguh aku bukan orang yang bodoh dalam menyayangimu. 



Puisi (Rindu Tak Berjarak)


Rindu tak berjarak
 Oleh Ade Lestari 

 Aku suka pagi, karena saat itu adalah waktu untuk kita bertemu
Aku benci malam, karena saat itu aku harus menabung rindu lagi
Hari hari hanya tentang rindu yang tak berjarak.
Membiarkan diri menatapmu dalam hening

Kau jahat, sungguh. Mengapa ada Makhluk semesta semenarik kamu
Melihat pena mu menari dalam selembar kertas putih itu sangat menarik
Melihat mu berbicara, tertawa dan  terdiam juga menarik
Bahkan ketika kau berkedip saja mampu menghancurkan hati yang sudah ku susun rapi
Maka cintai saja dengan sisa-sisa kepingan yang ada
Pada akhirnya hati kita hanya butuh bahagia

Rindu, yaa ku panggil kau rindu. Karena ketika kita bertemu aku tak pernah berani untuk bicara dan memilih menunduk
Jiwa ciut ini sungguh pantas untuk di tertawakan.
Memilih tak berkutip padahal banyak sekali hal yang ingin ku ceritakan
Entah harus berapa lagi tugasku menuliskan puisi layaknya aku sungguh mengagumi mu
Harus sepuitis apa lagi ku rangkai kata demi kata untuk menggambarkan keindahan mu
Ku putuskan bahwa aku mencintaimu lewat sajak demi sajak yang aku ciptakan .

Monday, 22 April 2019

Puisi (Boleh Aku Memanggilmu Sekali Lagi)


Boleh aku memanggil mu sekali lagi ?

Oleh Ade L

Teringat saat memanggil nama indah mu merupakan sebuah kebiasaan rutin di pagi hari, mengirim pesan singkat saat mentari terbit dan menikmati senyuman semanis gula itu. Rasanya memang sakit sekali ketika aku masih harus menulis semua tentang mu, hal ini sudah tentu membuat hatiku semakin terluka. Seolah segala kenangan indah muncul dengan hebatnya di fikiran ku, seolah semua rindu datang tanpa permisi, seolah semua rasa pergi tanpa pamit. Kau takkan pernah tau betapa sakit nya menanggung beban risau ini sendiri.

Tak rindu kah kau saat kita menoton pentas seni berdua? Rasanya jauh lebih indah jika aku menatap mu saat malam itu, tersenyum kecil melihat keseriusan mu dalam menonton karena tugas . Kasih, suasana-suasana hening dan sederhana itulah yang seolah muncul dan muncul saja dalam hari-hari ini. Aku memilih menyerah melupakan mu karena itu terlalu sulit untuk ku lalui.

Aku masih ingin bertemu dengan mu, namun tidak sekarang karena ku tau luka-luka ini masih sangat lebam. Aku tak siap jika harus menatap mu dalam sebuah pertemuan tidak disengaja itu. Aku tak siap jika harus memilih tak menyapa, padahal hati ini masih sangat peduli. Seolah tak mengenali mu, sungguh aku adalah pembohong besar.

Kepedulian ku masih sama, namun aku tak memperlihatkan nya
rasa rindu ini masih sama, namun aku memilih bersikap dingin.
Mata ini masih ingin menatap, namun aku memilih menduduk dan menangis.
Dan apapun tentang mu saat ini adalah hal terberat yang harus dengar. 

Mataram 22 Aprl 2019


Puisi (Terhadap Hal Yang Belum Bisa di Paksakan)

Terhadap hal yang belum bisa di paksakan Oleh : Ade Lestari Terhadap hal yang belum bisa di paksakan Aku mengerti akan hal yang terjad...