MENUNGGU
Oleh : Ade Lestari
“Sepinya malam ku hiasi sebait demi sebait harapan yang ku tulis dengan pena, namun terkadang aku merasa kalau harapan itu adalah maya dalam kalbu yang ku ciptakan tanpa nada”
Sepoi
angin nan sejuk memberikan isyarat terhadapku kepada pembaca bahwa aku harus
memperkenalkan diriku.
Namaku
Anisa Dyandra, kalian cukup memanggilku dengan sebutan Nisa. Nama yang sangat
sederhana namun memberikan arti luas dalam pandangan ku. Ya Anisa adalah wanita,
menurut ku kebanyakan insan menganggap bahwa wanita adalah makhluk lemah,
perkiraan yang sungguh tidak lazim bagiku. Wanita adalah makhluk yang sangat
tinggi derajatnya dan wajib di hormati, wanita memiliki kekuatan yang tidak
dimiliki oleh kaum adam, wanita memiliki perasaan nan lembut bagai kapas
sehingga jikalau wanita menyimpan emosi nya ia hanya mampu meluapkan itu semua
dalam air mata *edisi baper. Oke lanjut, aku kelas 3 SMA yaaa aku tahu kelas 3
adalah masa terberat bagi para pelajar, seberat perasaan aku meninggalkan dia
*ehhh kok jadi kesini.
“Nisaaaaaaaaa,
ya ampun kebo banget si kamu nak, liat matahari udah segede panci eh maksud
emak segede apaan yak audah kaga tau”
“astaga
mak, iya Nisa tau”
“Ya
bangun jangan molor terus, lu kata ini masih malem”
“ettdah,
iye mak iyee”
Aku
bergegas mempersiapkan diri untuk pergi kesekolah. Yaa hari ini aku kesiangan
lagi entah sampai kapan aku akan bisa bangun lebih cepat dari ayam di samping
rumah ku, mungkin saja ini karena aku yang selalu tertidur lama ketika malam
hari. Kecepatan kilat yang ku lakukan (mandi 2 menit, makan 2 menit dan lain
lain 5 menit) hingga akhirnya aku siap bergegas kesekolah, sampai aku lupa
kalau hari ini adalah hari senin namun aku berpakaian pramuka. Tidak berpikir
panjang aku langsung menggantinya dengan seragam putih abu.
Sesampai
disekolah adalah hal sangat menyenangkan bagiku. Disini aku dapat bertemu
dengan teman teman ku yang memiliki beranekaragam sifat, ada yang baik, ada
yang jahat bagaikan tokoh bawang merah (gak gitu juga kok), menyebalkan, ada pula yang hobi
tertawa walaupun tidak ada hal lucu yang sedang terjadi. Aku sangat bahagia
memiliki mereka dan terkadang aku selalu berfikir bahwa aku takkan pernah ingin
meninggalkan teman-teman ku.
Sebelum
melanjutkan ke kisah abstrak hidupku, aku ingin bercerita sedikit tentang
sebuah pengalaman yang pernah singgah di hati.
Berawal dari tatap
indah senyum mu memikat, memikat hatiku yang hampa lara *ehhh kok malah nyanyi.
Lanjut yaa, di dalam kesendirian ku disini aku mengagumi dia. Aku sangat kagum
akan sikap sederhana serta cara dia menganggap aku sebagai temannya. Menurut ku
ketika kita sedang jatuh cinta, kita tidak perlu menganggap nya menjadi hal
yang harus kita miliki karena cukup melihatnya dari jauh adalah suatu keindahan
yang secara tidak langsung membuat hatiku tenang. Namanya Alfa. Aku mengagumi
nya sejak pertama kali aku bertemu dengan nya mulai dari kelas 1 SMA sampai
saat ini, menurut ku dia tidak mengetahui akan perasaan sederhana ku ini.
“Nisaaaaaa” (teman ku berteriak dengan menggunakan toa).
“Ehh apaan si, lu kata
kuping nisa kuping gajah”
“Hehehe maap ye, ohya
tadi gue ngeliat si Alfa di kerubutin ama cewe cewe, ettdah udah kayak semut
kelaperan yang nemuin madu”
“Ahh lebay deh, Nisa
gak apa apa kok. Lagi pula mungkin karena Alfa adalah orang yang penting dan
memiliki tanggung jawab yaa aku gak bisa marah” (ucapku dengan nada datar)
“yeee lu mah kan demen
ama dia, tapi kok kaga ada usaha sih”
“sudahlah aku akan menunggu.
Yasudah yuk balik ke kelas”
Aku memang sudah
mengaguminya sangat lama, namun disini aku tidak bisa memberikan seperti kode
perasaan ataupun sedikit usaha ku agar dia bisa mengagumi ku juga. aku tahu ini
hal yang tak wajar, perasaan yang datang tiba-tiba tanpa kusadari. Dia sangat
mampu membuat ku kagum atas semua yang dia lakukan walaupun itu bukan untukku.
Di kelas aku menerima
pelajaran dengan baik layaknya hari-hari biasa. Ku lalui hari dengan penuh
semangat tanpa memikirkan beban apapun, walaupun kusadari tugas ku sangat
banyak, jika bisa diperhitungkan mungkin saja tugas ku sudah numpuk kayak
cucian dirumah yang belum aku sentuh sama sekali.
Sore
ini adalah tugas ku menulis, bukan menulis dengan menggunakan pena yaa tapi
menulis dengan sebuah laptop yang dimana pikiran dan perasaan ku tuangkan
kedalam Microsoft word. Menulis
adalah salah satu hobi ku karena menurut ku dengan menulis kita bisa mencurahkan
apa yang kita rasakan dan jemari ini akan berjalan dengan sendiri untuk
menyusun kata demi kata hingga menjadi kalimat yang indah. Selain itu aku juga
sangat suka bernyanyi, mungkin karena dengan sebuah lagu adalah cara
alternative ku meluapkan apa yang kurasakan setelah menulis tadi. Well, jam
15:30 biasanya aku ke taman yang tidak jauh dari rumah ku, aku kesana biasanya
sendiri (namanya juga jomblo). Saat aku sedang mengetik cerpen tiba tiba…..
“Nisaaaaaa…”
(suara yang tidak asing bagiku terdengar
mendekat)
“iyaaa”
“aku punya kabar yang mungkin akan membuat kamu sangat sedih”
“aku punya kabar yang mungkin akan membuat kamu sangat sedih”
“ada
apa? Apa yang terjadi?” (aku menatap mata
alma, yang dimana Alma juga menampakkan wajah nya yang serius)
“Alif
Ba Ta Tsa,, ehh maksud aku Alfa nis. Aduhhh kamu jangan lama lama disini deh.
Ikut aku”
Alma
menarik tangan ku menuju tempat yang tidak jauh dari Taman. Segera ku rapikan
perlengkapan ku dan memasukkan nya ke dalam tas yang ku bawa. Sungguh aku tidak
mengetahui apa yang terjadi terhadap Alfa. Tidak lama kemudian aku dan Alma
sampai di tempat Alfa berada. Sontak ku, aku tak percaya ini atau mungkin ini
hanyalah penglihatan ku yang salah. Wanita itu siapa? Bunga untuk siapa yang
Alfa genggam? (ucapku dalam hati)
“Alma ? wanita yang rangkul Alfa itu siapa ? (tanyaku dengan air mata yang terjatuh di pipi)
“Dia
Diana, nampaknya Alfa mengagumi Diana”
“Aku
yakin setelah ini aku akan baik-baik saja” (sambil
menangis, aku pergi meninggalkan tempat tersebut)
Alfa. Usai sudah aku memang tak berhak marah dan kecewa. Ku yakini hatiku baik baik saja. Aku mengagumi selama 3 tahun dan sedikitpun kamu tidak tahu akan perasaan ku. Aku yang menyimpan payung di meja mu ketika hujan tiba, aku yang menyimpan makanan ketika kamu pulang telat karena ada jam tambahan, aku yang menyimpan sapu tangan ketika kamu usai bermain basket. Aku tahu itu semua tak ternilai sedikitpun tapi biarlah asal kau bahagia.
Keesokan
harinya aku sudah sedikit lebih tenang di banding kemarin walaupun aku masih
teringat tentang perasaan yang ku pendam selama 3 tahun. Saat jam istirahat
seperti biasa aku duduk di teras kelas melanjutkan karya ku yang sempat
terputus. Hari ini aku tidak sama sekali melihat Alfa mungkin saja dia sakit
atau ada urusan osis yang tak ingin ku ketahui lagi.
“hai?” (suara yang tak asing bagiku)
“iya?”
(aku menoleh menuju suara datar yang
melintas di telingaku)
Demi
apa ? Alfa menyapa ku dengan Hai. Entah apa yang aku mimpikan semalam. Ini
adalah kebahagiaan terbesar setelah kesedihan terberat terjadi di dalam hati
ku.
“bisa aku bicara sebentar dengan mu? Apakah kamu sibuk ?”
“bisa aku bicara sebentar dengan mu? Apakah kamu sibuk ?”
“ya
Alfa, tentu saja bisa.. hmm tidak sibuk kok”
“baiklah..
aku telah mengetahui semua akan perasaan mu”
“kamu
tahu darimana ? aku benar-benar menyembunyikan nya selama 3 tahun ini,
bahkan
usaha ku untuk memperlihatkan kepada mu sama sekali tak ku lakukan” (tunduk ku tak berani menatap binaran kedua
mata Alfa)
“setelah kejadian sore itu aku tahu kau sangat bersedih, malam nya saat hujan deras Alma datang kerumah ku dan menjelaskan semua akan perasaan mu. Aku tahu kamu yang menyimpan payung di meja ku ketika hujan tiba, kamu yang menyimpan makanan ketika aku pulang telat karena ada jam tambahan, dan kamu yang menyimpan sapu tangan ketika aku usai bermain basket. Maafkan aku..” (jelas Alfa memegang tangan kecil ku).
“hentikan Alfa! Aku tak mau mendengar nya lagi! Kau adalah patah hati terberat bagiku” (aku berlari menuju kelas dengan air mata yang jatuh pipi)
Sepulang sekolah pun
tiba….
aku berjalan menuju parkiran sekolah, sontak ku melihat surat yang ada di atas motor ku yang bertuliskan
“ NANTI SORE TEMUI AKU DI TAMAN, AKU INGIN BICARA. BY : ALFA”
aku berjalan menuju parkiran sekolah, sontak ku melihat surat yang ada di atas motor ku yang bertuliskan
“ NANTI SORE TEMUI AKU DI TAMAN, AKU INGIN BICARA. BY : ALFA”
Maksudnya apa coba,
sudah membuat hatiku sakit apa masih ada yang harus di bicarakan lagi (ucapku dalam hati)
Jam 15:30 tiba, aku
segera menemui Alfa di Taman. Alfa terduduk di kursi taman dan memegang bunga
yang kemarin Alfa bawa untuk Diana, aku menghampiri alfa dan tak berkata
apapun. Alfa langsung memegang tangan ku dan berkata.
“Hai Nisa, aku sangat mengagumi mu selama 3 tahun. Mungkin kau tak mengetahui nya, disini aku tahu kau yang menyimpan sapu tangan, makanan dan payung selama 3 tahun untuk ku, sungguh kau tak tahu bahwa di kelas ku ada CCTV jadi aku mengetahui semuanya” (jelas nya)
“Mampus, bego banget aku. Kelas nya Alfa kan punya CCTV. Jadi pas aku cium keringet baju Alfa sambil joget-joget juga kelihatan CCTV dong” (ucapku dalam hati)
“Asal kau tahu, kemarin Diana datang kepada ku dan mengungkapkan perasaan nya, sore itu aku ingin menemuimu dan memberikan bunga ini. Tapi nampaknya kamu sudah pulang dari taman yang biasa kau singgahi setiap sore. Aku tak mengagumi Diana. Aku tulus mencintaimu. Inilah saat yang tepat untuk kau tahu. Nisa bisakah kau menerima ku menjadi seorang yang akan singgah di hatimu? (sambil memberikan bunga dan menatap mataku)
“tentu Alfa, selama ini KAU YANG KU TUNGGU” (senyumku)
“Hai Nisa, aku sangat mengagumi mu selama 3 tahun. Mungkin kau tak mengetahui nya, disini aku tahu kau yang menyimpan sapu tangan, makanan dan payung selama 3 tahun untuk ku, sungguh kau tak tahu bahwa di kelas ku ada CCTV jadi aku mengetahui semuanya” (jelas nya)
“Mampus, bego banget aku. Kelas nya Alfa kan punya CCTV. Jadi pas aku cium keringet baju Alfa sambil joget-joget juga kelihatan CCTV dong” (ucapku dalam hati)
“Asal kau tahu, kemarin Diana datang kepada ku dan mengungkapkan perasaan nya, sore itu aku ingin menemuimu dan memberikan bunga ini. Tapi nampaknya kamu sudah pulang dari taman yang biasa kau singgahi setiap sore. Aku tak mengagumi Diana. Aku tulus mencintaimu. Inilah saat yang tepat untuk kau tahu. Nisa bisakah kau menerima ku menjadi seorang yang akan singgah di hatimu? (sambil memberikan bunga dan menatap mataku)
“tentu Alfa, selama ini KAU YANG KU TUNGGU” (senyumku)
menunggu
memang kadang menyakitkan, namun siapa sangka bahwa dengan menunggu Tuhan akan
memberikan waktu yang tepat untuk kita bersama
SELESAI..