Friday, 29 May 2020

Puisi (Terhadap Hal Yang Belum Bisa di Paksakan)

Terhadap hal yang belum bisa di paksakan

Oleh : Ade Lestari

Terhadap hal yang belum bisa di paksakan

Aku mengerti akan hal yang terjadi

Kesedihan berkepanjang, rindu tak bersua, dan rasa tak terbalas

Melihat senyuman mu namun bukan aku yang menjadi alasan

Melihat binar matamu namun bukan mataku yang menjadi pasangan

 

Terhadap hal yang belum bisa di paksakan

Aku hanya orang baru yang memasuki kehidupan kalian

Setelah mengerti, aku memilih berjalan mundur sembari menutup mata

Tak kau tau perihal rindu ku yang membendung tinggi

Perihal pesan whatsaap yang sudah tidak ada lagi canda di dalam nya

 

Untukku yang telah tergantikan dan untukmu yang tak terganti

Aku harap kita baik-baik saja

Lalu bagaimana dengan rasa sayang ini?? Sudah yaaa aku menyerah perihal itu.

Belum ada posisi terbaik setelah kamu.

Dan aku, mungkin akan sendiri sampai lebam relung ini sembuh sendirinya

Opini : "Kita dan Dunia butuh istirahat Oleh Ade Lestari"

Tema               : Memaknai Ramadhan di Tengah Nuansa Covid-19

Judul               : Kita dan Dunia butuh istirahat

Penulis             : Ade Lestari

            Di ambil dari halaman website WHO, COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Siapa yang tidak ngeri mendengar pernyataan tersebut, wabah penyakit yang tidak kita inginkan, menyebar dan terus menyebar, sudah sepantasnya manusia harus berani dalam melawan wabah tersebut walaupun memakan korban pun sudah tak asing untuk saat ini. Sedih bukan ?? Lantas bagaimana kabar Ramadhan tahun ini?? Adakah makna indah dari segala kepahitan yang dirasakan??

Sangat berbeda Ramadhan tahun ini, apa yang sudah terjadi, sebaiknya untuk di jalani layaknya air yang mengalir. Sholat taraweh, takbiran keliling desa, buka puasa bersama kerabat, dan masih banyak lagi dengan sangat terpaksa harus di tiadakan. Tapi yang perlu di ketahui kita bisa melakukan sholat taraweh dirumah lho asalkan mempunyai niat hati yang tulus, Insha Allah pahala akan mengalir layaknya Sholat taraweh pada Ramadhan tahun lalu.   Penulis merasa bahwa kita semua butuh istirahat, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan membagi rasa cinta kepada sesama manusia. Setiap umat muslim di dunia selalu berharap agar Ramadhan tahun ini baik baik saja, senantiasa melipatgandakan dzikir kepada Allah, Shalawat kepada Rasul, berpuasa dan beramal shalih dengan hal tersebut maka Allah akan selalu merahmati.

Penulis merasa dibalik wabah penyakit yang saat ini sedang dihadapi ada kebahagiaan tersendiri teruntuk para anak rantauan terutama anak kos. Mengapa demikian ?? karena baru saja sebulan masuk perkuliahan sudah harus di liburkan kembali mengingat bahwasannya wabah penyakit yang sangat cepat meluas dan memakan banyak korban. Penulis juga merupakan anak rantauan yang tidak jarang merasakan kesepian tidak ada sanak saudara dalam hari hari nya. Dan di balik ini semua Tuhan menginginkan bumi dan seluruh umat manusia untuk beristirahat

            Yuk di baca ayat berikut ini, firman Allah SWT agar kita senantiasa menjadi umat muslim yang selalu bersyukur J

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

 “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

Dengan keadaan yang seperti ini tentu kita harus lebih produktif dari Ramadhan sebelumnya. Tidak menganggap bahwa wabah yang terjadi merupakan suatu masalah yang besar. Membuang-buang waktu merupakan kebiasaan dan pastinya sering di lakukan oleh  sebagian anak muda. Tentunya ada banyak sekali hal yang dapat dilakukan disaat pandemi sekarang ini. Di antaranya :

1.                  Beribadah Senantiasa Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT.

Saat sekarang tentunya kita memiliki banyak waktu luang, dengan itu alangkah lebih baiknya waktu tersebut digunakan untuk memperbaiki diri, beribadah dengan maksimal, semoga apa yang menjadi harapan bumi dan manusia dapat segera pulih. Tidak mengherankan ada banyak program yang di jadikan sebagai langkah terbaik untuk beribadah seperti : Keluarga besar Feb Universitas Mataram mengadakan “Gerakan Dhuha Bersama tanggal 22 Mei 2020”

2.                  Belajar.

Disaat pandemic saat ini tentunya para Dosen menginginkan Mahasiswa bisa terus aktif terhadap semua materi yang ada, walaupun tetap harus DirumahAja. Kampus dan pemerintah memberikan kebijakan untuk DirumahAja bukan artinya untuk liburan dan bersantai, kita harus tetap melaksanakan kegiatan sebagaimana biasanya diiringi dengan rasa semangat yang luar biasa.

3.                3.   Membantu orang tua

Tentunya hal ini sudah menjadi kesyukuran bagi para anak kos bisa berkumpul lagi dengan keluarga tercinta. Ya, yang dapat dilakukan adalah dengan membantu keluarga dirumah, meringankan pekerjaan Ibu dan Ayah sepeti : membantu memasak, dan membersihkan rumah dll. Teruntuk perempuan pasti ini merupakan kesempatan kita buat belajar masak, hehehe.

4.                  Mengerjakan Hobi

Setiap manusia pasti mempunyai hobi, seperti : menulis puisi, membuat konten video, memasak dll. Nah pada saat pandemic sekarang merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan Hobi tersebut, karena seperti yang kita ketahui jikalau hari-hari normal kita akan di sibukkan dengan berbagai kegiatan : kuliah, rapat organisasi dll sehingga akan sangat jarang untuk kita mendapatkan waktu luang berbeda hal nya dengan pada saat pandemi saat ini.

5.                  5. Bela kasih sosial.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia di bandingkan dengan bulan lainnya. Pada bulan ini Insha Allah segala perbuatan positif akan di lipatgandakan pahala nya oleh Allah SWT. Dengan adanya wabah penyakit saat ini tentu banyak sekali orang-orang di luar sana yang hilang lapangan pekerjaan, dagangan jualan yang sepi, bahkan tidak jarang masyarakat yang hampir tidak bisa memenuhi sesuap nasi, maka dari itu tidak ada salahnya kita sebagai mahkluk sosial untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang kesusahan untuk meringankan sedikit beban yang di hadapi nya.

6.                  Mengikuti lomba-lomba online

Sekiranya di saat pandemic saat ini pasti banyak banget lomba-lomba online yang bertema DirumahAja, di antaranya menulis puisi, cerpen, membuat video dan opini seperti Marginal FEB Unram yang mengadakan lomba. Adapun salah satu keuntungan dari kegiatan positif ini adalah kita dapat mengasah kemampuan menulis, asik bukan ??. untuk teman teman ketahui Abdullah bin Amr, ahli ibadah yang gemar menulis. Sehingga Nabi bersabda “teruskanlah menulis, demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, setiap perkataanku adalah kebenaran, walaupun aku dalam keadaan marah, ataupun aku dalam keadaan senang!” (Alhadist)

Nah di atas merupakan langkah-langkah yang dapat di jalani agar tidak bosan selama DirumahAja, semoga Allah senantiasa melindungi seluruh umat Muslim di Dunia ini dan corona cepat menghilang agar kehidupan kembali normal, Aamiin allahumma Aamiin.

Wednesday, 25 September 2019

Puisi (Masih)


MASIH...
Maaf telah mengganggu mu sampai sejauh ini
Maaf telah membiarkan mu terluka karena segala sikap ini
Maaf jika pernah mencintai mu
Maaf jika selalu merindukan mu
Terima kasih telah menjadi sosok pengingat  perasaan
Sosok pengisi hampa, dan pelumpuh segala sesak
Terima kasih telah sedia bersua
Sebagai seorang yang berbeda dari lainnya
Sudah, jangan pergi. Karena setiap kedipan mata dan hembusan nafas. Kau masih ku cintai
Tari 25-09-2019

Saturday, 27 July 2019

Puisi (Luka Saja Terus)


Luka saja terus
Oleh : Ade Lestari

Aku pernah merasakan sakit sesakitnya tanpa ada harapan untuk bangkit
Aku pernah merasakan rindu serindunya yang kalimat singkat ku saja dibuang tanpa peduli
Namun Aku tak menyesal atas segala patah yang pernah ada, atas ego yang merobek habis hati ini.
Pernah kau peduli atas air mata yang jatuh di atas senyum tipis ? pernah?
Kau datang dengan mudah dan pergi tanpa pamit
Luka yang masih harus di sembuhkan, namun kau pukul hingga lebam dan bahkan hancur yang akhirnya kau tinggalkan saja dengan hebatnya. 
Maka ku mohon pergilah untuk detik ini jangan berlabuh dan menawarkan rindu lagi. sungguh aku bukan orang yang bodoh dalam menyayangimu. 



Puisi (Rindu Tak Berjarak)


Rindu tak berjarak
 Oleh Ade Lestari 

 Aku suka pagi, karena saat itu adalah waktu untuk kita bertemu
Aku benci malam, karena saat itu aku harus menabung rindu lagi
Hari hari hanya tentang rindu yang tak berjarak.
Membiarkan diri menatapmu dalam hening

Kau jahat, sungguh. Mengapa ada Makhluk semesta semenarik kamu
Melihat pena mu menari dalam selembar kertas putih itu sangat menarik
Melihat mu berbicara, tertawa dan  terdiam juga menarik
Bahkan ketika kau berkedip saja mampu menghancurkan hati yang sudah ku susun rapi
Maka cintai saja dengan sisa-sisa kepingan yang ada
Pada akhirnya hati kita hanya butuh bahagia

Rindu, yaa ku panggil kau rindu. Karena ketika kita bertemu aku tak pernah berani untuk bicara dan memilih menunduk
Jiwa ciut ini sungguh pantas untuk di tertawakan.
Memilih tak berkutip padahal banyak sekali hal yang ingin ku ceritakan
Entah harus berapa lagi tugasku menuliskan puisi layaknya aku sungguh mengagumi mu
Harus sepuitis apa lagi ku rangkai kata demi kata untuk menggambarkan keindahan mu
Ku putuskan bahwa aku mencintaimu lewat sajak demi sajak yang aku ciptakan .

Monday, 22 April 2019

Puisi (Boleh Aku Memanggilmu Sekali Lagi)


Boleh aku memanggil mu sekali lagi ?

Oleh Ade L

Teringat saat memanggil nama indah mu merupakan sebuah kebiasaan rutin di pagi hari, mengirim pesan singkat saat mentari terbit dan menikmati senyuman semanis gula itu. Rasanya memang sakit sekali ketika aku masih harus menulis semua tentang mu, hal ini sudah tentu membuat hatiku semakin terluka. Seolah segala kenangan indah muncul dengan hebatnya di fikiran ku, seolah semua rindu datang tanpa permisi, seolah semua rasa pergi tanpa pamit. Kau takkan pernah tau betapa sakit nya menanggung beban risau ini sendiri.

Tak rindu kah kau saat kita menoton pentas seni berdua? Rasanya jauh lebih indah jika aku menatap mu saat malam itu, tersenyum kecil melihat keseriusan mu dalam menonton karena tugas . Kasih, suasana-suasana hening dan sederhana itulah yang seolah muncul dan muncul saja dalam hari-hari ini. Aku memilih menyerah melupakan mu karena itu terlalu sulit untuk ku lalui.

Aku masih ingin bertemu dengan mu, namun tidak sekarang karena ku tau luka-luka ini masih sangat lebam. Aku tak siap jika harus menatap mu dalam sebuah pertemuan tidak disengaja itu. Aku tak siap jika harus memilih tak menyapa, padahal hati ini masih sangat peduli. Seolah tak mengenali mu, sungguh aku adalah pembohong besar.

Kepedulian ku masih sama, namun aku tak memperlihatkan nya
rasa rindu ini masih sama, namun aku memilih bersikap dingin.
Mata ini masih ingin menatap, namun aku memilih menduduk dan menangis.
Dan apapun tentang mu saat ini adalah hal terberat yang harus dengar. 

Mataram 22 Aprl 2019


Puisi (Terhadap Hal Yang Belum Bisa di Paksakan)

Terhadap hal yang belum bisa di paksakan Oleh : Ade Lestari Terhadap hal yang belum bisa di paksakan Aku mengerti akan hal yang terjad...