Tema :
Memaknai Ramadhan di Tengah Nuansa Covid-19
Judul :
Kita dan Dunia butuh istirahat
Penulis :
Ade Lestari
Di
ambil dari halaman website WHO, COVID-19 adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru
dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan,
Tiongkok, bulan Desember 2019. Siapa yang tidak ngeri mendengar pernyataan
tersebut, wabah penyakit yang tidak kita inginkan, menyebar dan terus menyebar,
sudah sepantasnya manusia harus berani dalam melawan wabah tersebut walaupun
memakan korban pun sudah tak asing untuk saat ini. Sedih bukan ?? Lantas
bagaimana kabar Ramadhan tahun ini?? Adakah makna indah dari segala kepahitan
yang dirasakan??
Sangat
berbeda Ramadhan tahun ini, apa yang sudah terjadi, sebaiknya untuk di jalani
layaknya air yang mengalir. Sholat taraweh, takbiran keliling desa, buka puasa
bersama kerabat, dan masih banyak lagi dengan sangat terpaksa harus di
tiadakan. Tapi yang perlu di ketahui kita bisa melakukan sholat taraweh dirumah
lho asalkan mempunyai niat hati yang tulus, Insha Allah pahala akan mengalir
layaknya Sholat taraweh pada Ramadhan tahun lalu. Penulis merasa bahwa kita semua butuh
istirahat, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan membagi rasa cinta kepada
sesama manusia. Setiap umat muslim di dunia selalu berharap agar Ramadhan tahun
ini baik baik saja, senantiasa melipatgandakan dzikir kepada Allah, Shalawat
kepada Rasul, berpuasa dan beramal shalih dengan hal tersebut maka Allah akan
selalu merahmati.
Penulis
merasa dibalik wabah penyakit yang saat ini sedang dihadapi ada kebahagiaan
tersendiri teruntuk para anak rantauan terutama anak kos. Mengapa demikian ??
karena baru saja sebulan masuk perkuliahan sudah harus di liburkan kembali
mengingat bahwasannya wabah penyakit yang sangat cepat meluas dan memakan
banyak korban. Penulis juga merupakan anak rantauan yang tidak jarang merasakan
kesepian tidak ada sanak saudara dalam hari hari nya. Dan di balik ini semua
Tuhan menginginkan bumi dan seluruh umat manusia untuk beristirahat
Yuk di baca ayat berikut ini, firman
Allah SWT agar kita senantiasa menjadi umat muslim yang selalu bersyukur J
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ
الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو
الْأَلْبَابِ
“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah
dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang
dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).
Dengan
keadaan yang seperti ini tentu kita harus lebih produktif dari Ramadhan
sebelumnya. Tidak menganggap bahwa wabah yang terjadi merupakan suatu masalah
yang besar. Membuang-buang waktu merupakan kebiasaan dan pastinya sering di
lakukan oleh sebagian anak muda.
Tentunya ada banyak sekali hal yang dapat dilakukan disaat pandemi sekarang
ini. Di antaranya :
1.
Beribadah Senantiasa Mendekatkan Diri
Kepada Allah SWT.
Saat sekarang
tentunya kita memiliki banyak waktu luang, dengan itu alangkah lebih baiknya
waktu tersebut digunakan untuk memperbaiki diri, beribadah dengan maksimal,
semoga apa yang menjadi harapan bumi dan manusia dapat segera pulih. Tidak
mengherankan ada banyak program yang di jadikan sebagai langkah terbaik untuk
beribadah seperti : Keluarga besar Feb Universitas Mataram mengadakan “Gerakan
Dhuha Bersama tanggal 22 Mei 2020”
2.
Belajar.
Disaat pandemic saat
ini tentunya para Dosen menginginkan Mahasiswa bisa terus aktif terhadap semua
materi yang ada, walaupun tetap harus DirumahAja. Kampus dan pemerintah
memberikan kebijakan untuk DirumahAja bukan artinya untuk liburan dan bersantai,
kita harus tetap melaksanakan kegiatan sebagaimana biasanya diiringi dengan
rasa semangat yang luar biasa.
3. 3. Membantu orang tua
Tentunya
hal ini sudah menjadi kesyukuran bagi para anak kos bisa berkumpul lagi dengan
keluarga tercinta. Ya, yang dapat dilakukan adalah dengan membantu keluarga
dirumah, meringankan pekerjaan Ibu dan Ayah sepeti : membantu memasak, dan
membersihkan rumah dll. Teruntuk perempuan pasti ini merupakan kesempatan kita
buat belajar masak, hehehe.
4.
Mengerjakan Hobi
Setiap manusia
pasti mempunyai hobi, seperti : menulis puisi, membuat konten video, memasak
dll. Nah pada saat pandemic sekarang merupakan waktu yang tepat untuk
melaksanakan Hobi tersebut, karena seperti yang kita ketahui jikalau hari-hari
normal kita akan di sibukkan dengan berbagai kegiatan : kuliah, rapat
organisasi dll sehingga akan sangat jarang untuk kita mendapatkan waktu luang
berbeda hal nya dengan pada saat pandemi saat ini.
5. 5. Bela kasih sosial.
Bulan Ramadhan
merupakan bulan yang sangat mulia di bandingkan dengan bulan lainnya. Pada
bulan ini Insha Allah segala perbuatan positif akan di lipatgandakan pahala nya
oleh Allah SWT. Dengan adanya wabah penyakit saat ini tentu banyak sekali
orang-orang di luar sana yang hilang lapangan pekerjaan, dagangan jualan yang
sepi, bahkan tidak jarang masyarakat yang hampir tidak bisa memenuhi sesuap
nasi, maka dari itu tidak ada salahnya kita sebagai mahkluk sosial untuk
memberikan bantuan kepada orang-orang yang kesusahan untuk meringankan sedikit
beban yang di hadapi nya.
6.
Mengikuti lomba-lomba online
Sekiranya
di saat pandemic saat ini pasti banyak banget lomba-lomba online yang bertema
DirumahAja, di antaranya menulis puisi, cerpen, membuat video dan opini seperti
Marginal FEB Unram yang mengadakan lomba. Adapun salah satu keuntungan dari
kegiatan positif ini adalah kita dapat mengasah kemampuan menulis, asik bukan
??. untuk teman teman ketahui Abdullah bin Amr, ahli ibadah yang gemar menulis.
Sehingga Nabi bersabda “teruskanlah menulis, demi Allah yang jiwaku ada di
tanganNya, setiap perkataanku adalah kebenaran, walaupun aku dalam keadaan
marah, ataupun aku dalam keadaan senang!” (Alhadist)
Nah di atas merupakan
langkah-langkah yang dapat di jalani agar tidak bosan selama DirumahAja, semoga
Allah senantiasa melindungi seluruh umat Muslim di Dunia ini dan corona cepat
menghilang agar kehidupan kembali normal, Aamiin allahumma Aamiin.